Minggu

SUARA NAGA

Kadang batin bertanya.,"salahku apa ??

inilah hidupku urakan,nampak bego dan gila.

sebenarnya dengan gaya itu aku hanya ingin menyampaikan

sebuah pesan kepada orang lain tentang pandangan hidup,

paham dan prinsip.Bukannya tanpa etika,budaya dan moralitas

semua kulakukan dengan atas dasar pertimbangan akal sehat

dan harga diri .namun sebagian orang yang tanpa pengertian

dan tak mau mengerti mengangap cara ku adalah kekonyolan hidup.

hidupku adalah hatiku aku bebas menentunya,tanpa paksaan dan

pengaruh orang lain.

Aku menulis ini bukan karena ingin memojokan seseorang,

klarifikasi atau karena sakit hati.ini terkeluar dari batinku

yang ingin memperjelas kita adalah makhluk sosial yang saling

berinteraksi satu sama lain dengan caranya masing2,hormati itu !!

Jangan kita menganggap yang luarnya ga senonoh itu buruk,

mungkin orang itu lebih baik dari anda..!!! Uy'yeeeee............

PALING SANTAI

amun handak bakakawanan

capat kasini kita bagabungan

lain dan bukan baanarkisan

tapi gasan mamparakat rasa badingsanakan



caluk kantung kita bapupuan

kada cukup tomi aldo pun jadi

ambil cemeng campur ligundi

dua tiga gulung kawa balarut kapuncak tinggi

hanyut dalam dua tiga putaran

hanyut dalam kuciak nyanian

hanyut dalam suasan basamaan



disini lain wadah bakoyoan

sabu destro kada dibeda akan

lain jua wadah bajagauan

bancir preman sama kadudukan



tulung jangan usik kami

kami disini harat bela diri

jangan ulah kami takarasi

hakunlah disumpali tahi



uui kawan bagabunglah..

disini kita sama dan satu rasa

oplosan wan pabrikan kada babeda

satu bendera satu derita

anak remaja tanpa derita



uiii kawan dangarkanlah...

suara karuh kuantarkan tuk kebersamaan

gaungkan gitar tua yang sudah usang

dan bernyanyilah ..bernyanyilah..

dengan sisa suara yang ada..



basama-sama kita lepaskan

basama-sama kita hempaskan

buanglah rasa lelah yang ada

buang panat yang mahimpit dada

tuk saat ini yang ada hanya merdeka



dan tolonglah..

kami lain pengganggu

dan kada handak diganggu

kami slalu dua jari untukmu



hai kawan tuangkanlah..tuangkanlah..

........

dari (reza aars)

hak cipta dilindungi ALLAH SWT

Kamis

INSPIRASI SANG MATAHARI

Saat itu terik matahari membakar isi otakku,memaksaku mencari tempat keteduhan untuk mendamaikan asaku.Tersandar tak bernafsu,yang ada hanya keletihan dalam jiwa dan raga yang terbias dari ketidak berdayaanku untuk menerima kegagalan,kekalahan yang sekali lagi terjadi dalam hidupku.Dalam keteduhanku,sambil tertunduk kaku,tak sadar mataku fokus mengiringi lambat gerak dari bayang tubuhku yang menuju terbalik dari tujuan Matahari,bertolak belakang dari apa yang difilosofikan tentang kebesaran tujuan Sang Matahari.Membuka ilhamku tentang sebuah tanya “kemana sebenarnya arah yang kutuju dan apakah selama ini yang kulakukan adalah kekeliruan ?? Itu sebenarnya Pertanyaan lama dalam hidupku namun tak pernah sama sekali untuk berusaha mencari jawabannya.Karena suatu alasan,paham pandangan hidup yang rumit !! Paham yang bahkan aku sendiri pun buram untuk menjabarkannya dan paham itu jualah yang memaksa diri ku menentukan arah dengan hanya meraba setiap sisi langkahku,menggenggam sebuah naluri sebagai keyakinan penuntun arah tujuan hidupku.Aku pun tersesat jauh dari kehidupan nyata !! Lamunanku tentang Sang Matahari saat itu pun bergulir menjadi wahana kesadaran yang membuka pintu pikirku tentang sebuah keputusan.Keputusan yang harus kusimpulkan dalam asaku yang tergores oleh kegagalan dan kegagalan.Tubuhku bergetar,aku pun tersentak berdiri dari kursi gelapku dan menyerap energi dari Sang Marahari yang menjamah akal sehatku untuk menemukan pembaharuan,perubahan haluan dan jawaban tentang sebuah tujuan.

Senin

LINTAS INFORMATIKA

Solidaritas informatika
Oleh M.FAHREZA HERNADI

Dalam kehidupan manusia, sebuah interaksi antara individu adalah susunan mekanisme ikatan antara makhluk yang diatur oleh akal dan naluri. Pernyataan itu mendasar, karena tanpa akal dan naluri manusia tak akan mampu berhubungan dengan yang lain dan tampa berhubungan dengan yang lain manusia hanyalah makhluk hidup tanpa peradaban.
Seiring berkembangan zaman manusia berusaha mengembangkan pemikiran-pemikiran yang kompleks untuk menciptakan kebudayaan yang beratas dasarkan sebuah hasrat untuk menuju kehidupan yang lebih baik. ”Kompleks“ yang dimaksud adalah berkesinambungan antara pola pikir individu manusia satu dengan yang lain. Misalnya penemu bahasa, bahasa itu tak akan menjadi sebuah kebudayaan bila tidak ada yang menggunakan dan mengembangkannya. Hal itu yang melatar belakangi perlunya manusia berhubungan dengan yang lain untuk sebuah tujuan. Untuk berhubungan dengan yang lain manusia memerlukan media perantara sebagai penyampai maksud dan paham kepada manusia lain, media perantara itu adalah komunikasi. Pada awalnya manusia masa lalu berkomunikasi hanya lewat isyarat dan kemudian berkembang menjadi bahasa kata-kata yang lebih akurat penyampaianya. Komunikasi bahasalah yang membawa manusia pada tingkat interaksi yang lebih luas, dengan bahasa manusia dengan mudah berhubungan secara interaksi sosial didalam lingkup lingkungannya. Dan pada perkembangan pola kehidupan manusia tututan untuk bersosial semakin tinggi memicu manusia untuk menciptakan alat komunikasi yang lebih efisien, bahasa yang tadinya hanya penyampaian secara lisan terbatas dikembangkan menjadi huruf atau angka abstrak yang didiskripsikan sesuai kalimat-kalimat bahasa. Sebut saja “tulisan“ adapun penyampaian maksud dan pahamnya secara manua,l melalui media sebuah alat bantu. Secara umum tulisan digunakan sebagai penyampaian pesan dan informasi jarak jauh (surat). Setelah ditemukannya listrik kebudayan manusia menjadi lebih maju, penemuan-penemuan baru dibidang teknologi bermunculan demikian pula pada bidang komunikasi, telegraf, radio, telepon dan televisi adalah media komunikasi jarak jauh yang menggunakan bantuan listrik penemuam tersebut merupakan cikal bakal kecanggihan media komunikasi yang akan menuntun manusia pada tingkat sosial yang lebih tinggi. Di zaman sekarang inovasi dibidang komunikasi sangat canggih,ada jaringan satelit yang bisa memancarkan sinyal keseluruh dunia, televisi, telepon seluler dan internet merupakan sarana yang memungkinkan manusia dengan mudah berinteraksi dengan yang lain tampa terhalang ruang, jarak dan waktu. Dilihat dari semua hal tersebut itulah bukti-bukti dari tuntutan perkembangan manusia untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik dengan dilatar belakangi interaksi sosial. Sampai saat ini manusia sudah mencapai tingkat kebudayaan yang sangat maju, segala kebutuhan-kebutuhan kehidupan sudah tersedia hanya tinggal individu itu sendiri untuk berusaha mendapatkannya. Ditinjau dari konteks sosial kehidupan manusia saat ini berorientasi secara global, manusia dengan mudah mengakses media komunikasi untuk berbagi macam kepentingan yana berhubungan dengan interaksi sosial dari politik, ekonomi, sosial dan budaya semua bisa dilakukan dalam ruang lingkup yang sangat luas. Namun tidak semua cara hidup seperti itu merata bisa didapatkan manusia, semua tergantung dari tingkat kualitas suatu lingkup koloni masing-masing, adapun berbagai macam faktor utama yang membentuk kesenjangan tersebut adalah ekonomi, pendidikan, sarana media dan pergaulan. Kesemua faktor itulah yang mempengaruhi tidak semua individu dapat memanfaatkan fasilitas teknologi tersebut, sedangkan ditinjau dari tingkat kemampuan koloni manusia faktor-faktor tersebut hanya terbentuk di daera-daerah globalisasi yang mana tingkat kehidupan manusianya sudah sangat moderen. Di daerah globalisasi atau perkotan manusia berlomba-lomba memanfaatkan kemudahan fasilitas yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan hidup yang serba praktis, namun hal itu tidak luput dari sebuah dampak negatif yang timbul. Dampak moderenisasi itu berupa kesenjangan sosial, pergeseran nilai-nilai solidaritas antar sesama di lingkungan sekitarnya. Mereka hanya memikirkan diri sendiri tanpa menyadari kenyataan bahwa manusia adalah mahkluk sosial yang pada hakikatnya diciptakan untuk bersama-sama menuju kesatu tujuan dengan sebuah dasar dari akar budaya dan nilai-nilai spiritual yang telah dipupuk dari zaman dahulu. Penulis wartawan Opini Membangun.